Selasa, 17 Desember 2013

KLENSECT 200 EC (Permetrin 200 g/l)


KLENSECT 200 EC adalah insektisida kontak dan lambung berwarna kuning kecoklatan berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, cabai, kubis, kentang, kakao, kelapa sawit dan tembakau.
klensect_440px

Keunggulan

  • Memiliki KNOCK DOWN EFFECT yang kuat sehingga cepat mematikan hama yang terkena semprot.
  • Bersifat REPELLENT, sehingga dapat melindungi tanaman dari serangan hama dalam waktu yang panjang.
  • Memiliki spektrum pengendalian yang luas (BROAD SPECTRUM) sehingga dapat mengendalikan berbagai hama pada berbagai tanaman.
  • Mempunyai kandungan BAHAN AKTIF yang TINGGI sehingga lebih efektif dan lebih ekonomis dibandingkan insektisida lainnya.
  • Bekerja secara ganda (DOUBLE ACTION), sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG dengan cara menyerang sistem syaraf pusat serangga hama.

Penggunaan Terdaftar

Bawang Merah
Ulat Grayak : Spodoptera exigua (1 – 1,5 ml/l)

Cabai
Ulat Grayak : Spodoptera litura (1 – 1,5 ml/l)

Kubis
Ulat Daun : Plutella xylostella (0,5 – 1 ml/l)
Ulat Krop : Crocidolomia binotalis (0,75 – 1 ml/l)

Kentang
Hama Thrips : Thrips palmi (0,25 – 0,5 ml/l)

Kakao
Penggerek Buah Kakao : Conopomorpha cramerella (1 – 2 ml/l)

Kelapa Sawit
Ulat Api : Thosea asigna (0,25 – 0,5 ml/l)

Tembakau
Ulat Penggerek Pucuk : Helicoverpa armigera (0,5 – 1 ml/l)

ABOLISI 865 SL (Dimetil Amina 865 g/l Setara Dengan 2,4-D 720 g/l)

ABOLISI 865 SL adalah herbisida sistemik dan selektif purna tumbuh berwarna coklat berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi dan tebu.

Keunggulan

  • Herbisida selektif yang berspektrum luas, sehingga mampu mengendalikan gulma berdaun lebar, berdaun sempit dan teki
  • Bersifat sistemik, sehingga dapat mengendalikan gulma sampai ke akar-akarnya
  • Tidak menimbulkan efek fototoksisitas pada tanaman selama digunakan sesuai dosis anjuran
  • Dapat dicampur dengan herbisida lain untuk memperluas spektrum pengendalian terhadap gulma

Penggunaan Terdaftar

Padi Sawah

Gulma daun lebar :
Alternanthera sessilis (0,75 – 1,5 l/ha)
Teki Cyperus iria
Teki Fymbristilis litoralis

Budidaya Tebu

Gulma daun lebar :
Ipomoea triloba (0,75 – 1 l/ha)
Croton hirtus
Euphorbia geniculata
Asystasia gangetica

Gulma daun sempit :
Richardia brasiliensis

SUPREMO 480 SL (IPA Glifosat 480 g/l)


SUPREMO 480 SL adalah herbisida sistemik purna tumbuh berwarna kekuningan berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada tanaman kakao, karet, kelapa sawit, teh, kopi, jagung dan kedelai.

Keunggulan

  • Bersifat sistemik sehingga seluruh bagian gulma dapat dikendalikan (TUNTAS SAMPAI KE AKARNYA).
  • Untuk penyiangan tidak akan meracuni bagian tanaman pokok selama TIDAK MENGENAI bagian tanaman yang disiangi, karena GLIFOSAT akan TERIKAT oleh partikel tanah dan menjadi TIDAK AKTIF.
  • Tidak bisa diserap melalui akar, sehingga bisa digunakan dalam rangka TOT.

Untuk Memperoleh Hasil Penyemprotan Terbaik

  • Penyemprotan dilakukan pada saat gulma sedang aktif tumbuh.
  • Air yang digunakan tidak mengandung partikel tanah (celupkan tangan ke dalam air, jika tangan masih terlihat maka air tersebut masih dapat digunakan).
  • Gunakan dosis sesuai anjuran.
  • Lalukan penyemprotan secara merata, saat cerah dan tidak hujan dalam waktu 8 jam.
  • Dapat dicampur dengan herbisida lainnya seperti : TRENDY, ABOLISI dan TRIESTER.

Penggunaan Terdaftar

Kakao (TBM)

Gulma daun lebar :
Ageratum conyzoides (1,5 – 3 l/ha)
Cleome rutidospermae (1,5 – 3 l/ha)
Gulma daun sempit :
Paspalum conjugatum (1,5 – 3 l/ha)
Setaria plicata (1,5 – 3 l/ha)
Gulma semak/berkayu :
Clidemia hirta (1,5 – 3 l/ha)

Karet

Gulma daun lebar :
Mikania micrantha (3 – 4,5 l/ha)
Ottochloa nodosa (3 – 4,5 l/ha)
Axonopus compressus (3 – 4,5 l/ha)

Kelapa Sawit (TBM)

Gulma daun lebar :
Mikania micrantha (1,5 – 3 l/ha)
Synedrella nodiflora (1,5 – 3 l/ha)
Gulma daun sempit :
Digitaria ciliaris (1,5 – 3 l/ha)
Axonopus compressus (1,5 – 3 l/ha)
Ottochloa nodosa (1,5 – 3 l/ha)
Alang-alang : Imperata cylindrica (3 – 6 l/ha)

Teh

Gulma daun sempit :
Digitaria ciliaris (3 – 4,5 l/ha)
Setaria plicata (3 – 4,5 l/ha)
Gulma daun lebar :
Borreria alata (3 – 4,5 l/ha)
Ageratum conyzoides (3 – 4,5 l/ha)

Kopi (TBM)

Gulma daun lebar :
Mikania micrantha (1,5 – 3 l/ha)
Ottochloa nodosa (1,5 – 3 l/ha)
Setaria plicata (1,5 – 3 l/ha)
Gulma daun sempit :
Alang-alang : Imperata cylindrica (1,5 – 3 l/ha)

Persiapan Tanam Budidaya Jagung (TOT)

Gulma daun sempit :
Brachiaria mutica (2 – 3 l/ha)
Digitaria ciliaris (2 – 3 l/ha)
Setaria plicata (2 – 3 l/ha)
Alang-alang : Imperata cylindrica (2 – 3 l/ha)
Gulma berdaun lebar :
Ageratum conyzoides (1,5 – 3 l/ha)
Borreria alata (1,5 – 3 l/ha)

Persiapan Tanam Budidaya Kedelai (TOT)

Gulma berdaun lebar :
Ageratum conyzoides
Synedrella nodiflora (1,5 – 3 l/ha)
Cleome rutidospermae (1,5 – 3 l/ha)
Gulma berdaun sempit :
Setaria plicata (1,5 – 3 l/ha)
Digitaria ciliaris (1,5 – 3 l/ha)
Cynodon dactylon (1,5 – 3 l/ha)

DELOUSE 200 SL (Imidakloprid 200 g/l)

DELOUSE 200 SL adalah insektisida sistemik racun kontak dan lambung berwarna kuning, berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai, kentang, padi, tomat dan tembakau.

Keunggulan

  • Spesialis PENGENDALI hama PENUSUK dan PENGHISAP (Sucking Pest) seperti Wereng, Thrips, Kutu Kebul, Aphids dll.
  • Sebagai PEMECAH RESISTENSI, terutama untuk mengendalikan hama yang sudah RESISTEN terhadap golongan BAHAN AKTIF LAIN.
  • Bekerja secara ganda (DOUBLE ACTION), sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG.
  • Bersifat SISTEMIK, sehingga tidak mudah TERCUCI oleh AIR HUJAN.

Penggunaan Terdaftar

Cabai
Hama Thrips : Thrips parvispinus (0,5 ml/l)
Kutu Daun : Myzus persicae (0,5 ml/l)

Kentang
Hama Thrips : Thrips parvispinus (0,5 ml/l)
Kutu Daun : Myzus persicae (0,5 ml/l)

Padi
Wereng Coklat : Nilaparvata lugens (1 ml/l)

Tomat
Hama Thrips : Thrips parvispinus (0,25 – 0,5 ml/l)
Kutu Kebul : Bemisia tabaci (0,5 – 1 ml/l)

Tembakau
Kutu Daun : Myzus persicae (0,5 – 1 ml/l)
Kutu Daun : Aphis glycines (0,75 – 1 ml/l)

BALISTIC 50 SC (Fipronil 50 g/l)

BALISTIC 50 SC adalah insektisida dan zat pengatur tumbuh sistemik berbentuk suspensi berwarna putih berdaya racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama pada tanaman kentang, padi, bawang merah, cabai, karet dan kelapa sawit.

demolish2_440px

Keunggulan

  • Bersifat SISTEMIK sehingga mampu mengendalikan hama sekalipun yang tersembunyi dibalik daun.
  • Mengandung ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) sehingga tanaman lebih hijau dan subur (FITOTONIC EFFECT).
  • Cepat meresap ke dalam jaringan tanaman, sehingga terlindung dari PENCUCIAN OLEH AIR HUJAN dan mampu memberikan perlindungan dalam waktu yang lebih lama.
  • Memiliki SPEKTRUM PENGENDALIAN YANG LUAS, sehingga bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama pada berbagai tanaman.
  • Bekerja ganda (DOUBLE ACTION), yaitu sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG sehingga lebih efektif dalam mengendalikan hama.
  • Sangat efektif dalam mengendalikan hama penggerek batang padi, thrips, kutu-kutuan, rayap tanah, uret dan orong-orong (anjing tanah).
  • Dapat dicampur dengan insektisida lain dan dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman (Tanaman Pangan, Sayuran dan Perkebunan).

Penggunaan Terdaftar

Kentang
Hama Thrips : Thrips parvispinus (0,5 ml/l)
Kutu Daun : Myzus persicae (0,5 ml/l)

Padi
Wereng Coklat : Nilaparvata lugens (1 – 2 ml/l)
Penggerek Batang : Scirpophaga incertulas (1,5 – 2 ml/l)
Hama Pelipat Daun : Cnaphalocrosis medinalis (2 ml/l)

Bawang Merah
Hama Pengorok Daun : Liriomyza huidobrensis (2 ml/l)

Cabai
Hama Thrips : Thrips parvispinus (1 – 2 ml/l)
Kutu Daun : Myzus persicae (1 – 2 ml/l)

Karet
Rayap Tanah : Coptotermes curvignathus (0,5 – 1 ml/l)

Kelapa Sawit
Rayap Tanah : Coptotermes curvignathus (0,5 – 1 ml/l)

DEMOLISH 18 EC (Abamektin 18 g/l)

demolish2_440pxDEMOLISH 18 EC adalah insektisida racun kontak dan lambung berwarna coklat kehitaman, berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai, bawang merah, kubis, padi, kentang, kelapa sawit, tomat, krisan dan kacang panjang.

Keunggulan

  • Bersifat TRANSLAMINAR sehingga mampu mengendalikan hama sekalipun yang tersembunyi dibalik daun dan tidak mudah tercuci oleh air hujan.
  • Memiliki FITOTONIC EFFECT, sehingga tanaman lebih sehat dan subur.
  • Memiliki SPEKTRUM PENGENDALIAN YANG LUAS,  sehingga bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama pada berbagai tanaman.
  • Bekerja ganda (DOUBLE ACTION), yaitu sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG sehingga lebih efektif dalam mengendalikan hama.
  • Selain INSEKTISIDA juga merupakan AKARISIDA yang efektif mengendalikan semua jenis HAMA PENUSUK PENGHISAP DAUN termasuk TUNGAU.
  • Dapat dicampur dengan insektisida lain dan dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman (Tanaman Pangan, Sayuran dan Perkebunan).

Penggunaan Terdaftar

Cabai
Hama Thrips : Thrips parvispinus (0,5 ml/l)
Kutu Daun : Myzus persicae (0,5 ml/l)
TungauPolyphagotarsonemus latus (0,5 – 0,75 ml/l)

Bawang Merah
Hama Pengorok Daun : Liriomyza sp. (0,375 – 0,5 ml/l)

Kubis
Ulat Daun : Plutella xylostella (0,5 ml/l)
Ulat Krop : Crocidolomia binotalis (0,5 ml/l)

Padi
Wereng Coklat : Nilaparvata lugens (0,75 – 1 ml/l)
Penggerek Batang : Scirpophaga incertulas (0,75 – 1 ml/l)
Hama Pelipat Daun : Cnaphalocrosis medinalis (1 – 2 ml/l)
Hama Ganjur : Orseolia oryzae (1 – 2 ml/l)

Kentang
Pengorok Daun : Liriomyza huidobrensis (0,5 – 1 ml/l)
Hama Phthorimaea operculella (0,5 – 1 ml/l)

Kelapa Sawit
Ulat Kantong : Metisa plana (0,5 – 1 ml/l)

Tomat
Pengorok Daun : Liriomyza huidobrensis (0,5 – 1 ml/l)

Krisan
Pengorok Daun : Liriomyza huidobrensis (0,75 – 1 ml/l)

Kacang Panjang
Penggerek Polong : Maruca testulalis (0,75 – 1 ml/l)

FOLTUS 400 SL (Dimehipo 400 g/l)


FOLTUS 400 SL adalah insektisida racun kontak dan lambung berwarna coklat berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan hama pada tanaman padi, kedelai, kentang dan kelapa sawit.

Keunggulan

  • Bersifat SISTEMIK, sehingga mampu mengendalikan hama yang TERSEMBUNYI di dalam BATANG atau DAUN dan tidak mudah TERCUCI oleh AIR HUJAN.
  • SPESIALIS pengendali SUNDEP dan BELUK.
  • Bekerja secara ganda (DOUBLE ACTION), sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG.
  • Relatif AMAN terhadap LINGKUNGAN jika digunakan secara BIJAKSANA 

 

Penggunaan Terdaftar

Padi
Wereng Coklat : Nilaparvata lugens (0,75 – 1,5 ml/l)
Penggerek Batang : Scirpophaga incertulas (2,25 – 3 ml/l)

Kedelai
Lalat Bibit : Ophiomya phaseoli (1,5 – 2 ml/l)
Penggulung Daun : Lamprosema indicata (1,5 – 2 ml/l)

Kentang
Pengorok Daun : Liriomyza huidobrensis (2 – 3 ml/l)

Kelapa Sawit
Ulat Kantong : Metisa plana (0,5 – 1 ml/l)

EXPLORE 250 EC (Difenokonazol 250 g/l)


EXPLORE 250 EC adalah fungisida sistemik dan sebagai zat pengatur tumbuh berwarna kuning kecoklatan berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi sawah, cabai, tomat, bawang merah, jagung dan kentang.

Keunggulan Produk

  • Bekerja secara SISTEMIK sehingga mampu melindungi seluruh bagian tanaman dari serangan penyakit.
  • DOSIS RENDAH sehingga tetap ekonomis dan dapat menghemat biaya aplikasi tiap musim per hektar
  • Memiliki efek TRANSLAMINAR yang kuat dan cepat meresap ke dalam jaringan tanaman sehingga tidak tercuci oleh air hujan
  • Mempunyai FITOTONIC EFFECT sehingga tanaman akan lebih hijau dan lebih sehat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit
  • Tidak menimbulkan fitotoksisitas pada tanaman

Keunggulan Di Tanaman Padi

  • Batang, daun dan bulir padi mengkilap
  • Pada tanaman padi, daun bendera akan dijaga agar selalu sehat sehingga pengisian bulir padi akan optimal sampai pangkal malai
  • Gabah akan menjadi bening, mengkilap dan terisi penuh, kualitas gabah lebih baik dan beras akan menjadi lebih bernas
  • BOOSTER PADI sehingga mampu meningkatkan hasil panen
  • Tanaman padi akan lebih tahan dari penyakit rebah

Penggunaan Terdaftar

Padi sawah

Penyakit hawar daun :
Rhizoctonia solani (250 – 375 ml/ha)
Penyakit bercak coklat :
Cercospora janseana
Meningkatkan bobot gabah/rumpun (0,5 – 1 ml/l)
Meningkatkan bobot gabah ubinan
Meningkatkan bobot gabah/ha
Meningkatkan bobot gabah 1000 butir

Cabai

Penyakit bercak daun :
Cercospora capsici (250 – 375 ml/ha)

Tomat

Bercak coklat:
Alternaria solani (4 ml/l)

Bawang Merah

Bercak ungu :
Alternaria porri (2 ml/l)

Jagung

Bulai :
Peronosclerospora maydis (4 ml/l)
Hawar daun:
Helmintosporium turcicum (4 ml/l)

Kentang

Bercak kering :
Alternaria solani (4 ml/l)

Jeruk

Embun tepung :
Oidium tingitaninum (1 ml/l)

Kacang Panjang

Bercak daun :
Cercospora vignae (0,5 ml/l)

Kedelai

Bercak daun :
Cercospora sojina (0,5 ml/l)

Krisan

Karat :
Puccinia chrysanthemi (0,5 ml/l)

Semangka

Embun bulu :
Pseudoperonospora cubensis (0,5 ml/l)

Padi

Penyakit blas :
Pyricularia oryzae (2 ml/l)

Karet

Penyakit bidang sadap :
Ceratocystis fimbriata (4 ml/l)

Kelapa sawit

Penyakit bercak daun coklat :
Curvularia maculans (6 ml/l)

Tembakau

Penyakit patik daun :
Cercospora nicotianae (2 ml/l)

Mangga

Penyakit bercak daun :
Stigmina mangiferae (2 ml/l)
Penyakit antraknosa :
Colletotrichum gloeosporioides (2 ml/l)

DENSE 70 WP (Metil tiofanat 70 %)


DENSE 70 WP adalah fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berwarna putih berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi.

Keunggulan

  • Merupakan FUNGISIDA SISTEMIK yang bekerja secara ganda. Secara preventif mencegah penyakit dan secara kuratif membunuh penyakit yang menyerang tanaman
  • Memiliki SPEKTRUM PENGENDALIAN YANG LUAS, sehingga efektif untuk mengendalikan berbagai penyakit pada tanaman
  • Dapat bertindak sebagai BOOSTER PADI, efektif untuk meningkatkan hasil dan kualitas padi
  • Tidak terakumulasi dalam tanaman dan mudah terurai di alam, sehingga dapat digunakan beberapa kali tanpa meninggalkan residu pada tanaman

Penggunaan Terdaftar

Padi
Penyakit Blas : Pyricularia oryzae (1,5 g/l )

Bawang merah
Penyakit bercak ungu : Alternaria porri (2 g/l)

Tomat
Penyakit bercak coklat : Alternaria solani (2 g/l)

Cabai
Penyakit bercak daun: Cercospora capsici (3 g/l)

Karet
Penyakit bidang sadap : Ceratocystis fimbriata (3 g/l)

Tembakau
Penyakit patik daun : Cercospora nicotianae (2 g/l)

DENSE 520 SC (Metil Tiofanat 520 g/l)


dense_440pxDENSE 520 SC adalah fungisida sistemik berwarna putih berbentuk cairan yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi, bawang merah, cabai, tembakau, kedelai dan tomat.

Keunggulan Produk

  • Merupakan FUNGISIDA SISTEMIK yang bekerja secara ganda. Secara preventif mencegah penyakit dan secara kuratif membunuh penyakit yang menyerang tanaman
  • Memiliki SPEKTRUM PENGENDALIAN YANG LUAS, sehingga efektif untuk mengendalikan berbagai penyakit pada tanaman
  • Dapat bertindak sebagai BOOSTER PADI, efektif untuk meningkatkan hasil dan jumlah anakan serta meningkatkan bobot dan kualitas padi
  • Tidak terakumulasi dalam tanaman dan mudah terurai di alam, sehingga dapat digunakan beberapa kali tanpa meninggalkan residu pada tanaman

Penggunaan Terdaftar

Padi Sawah

Penyakit blast :
Pyricularia oryzae (0,5 ml/l)

Bawang Merah

Penyakit bercak ungu :
Alternaria porri (1 – 2 ml/l)

Tembakau

Penyakit patik daun :
Cercospora nicotianae (1 – 2 ml/l)

Cabai

Penyakit antraknosa :
Colletotrichum spp (1,5 – 3 ml/l)

Kedelai

Penyakit karat :
Phakopsora pachyrhizi (1 – 1,5 ml/l)

Tomat
Penyakit bercak daun :
Alternaria solani (3 ml/l)

Karet

Penyakit akar putih :
Rigidoporus lignosus (2 ml/l)

Teh

Penyakit karat merah :
Cephaleuros virescens (2 ml/l)

Minggu, 15 Desember 2013

DANGKE 40 WP (Metomil 40%)


DANGKE 40 WP adalah insektisida sistemik racun kontak dan lambung berwarna putih berbentuk tepung yang dapat disuspensikan (Wettable Powder) untuk mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, kedelai, cabai, kakao, kacang panjang, tomat, kacang hijau, kubis, kelapa sawit dan kacang tanah.

Keunggulan

  • Bersifat SISTEMIK, sehingga mampu mengendalikan hama walaupun berada di dalam tanaman dan TIDAK MUDAH TERCUCI oleh air hujan.
  • Bekerja secara ganda (DOUBLE ACTION), yaitu sebagai RACUN KONTAK dan RACUN LAMBUNG, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan hama.
  • Memiliki spektrum pengendalian yang luas (BROAD SPECTRUM) sehingga dapat mengendalikan berbagai hama pada berbagai tanaman.
  • Dapat mengendalikan berbagai hama pada berbagai stadia mulai dari IMAGO, TELUR dan LARVA.

Penggunaan Terdaftar

Bawang Merah
Ulat Grayak : Spodoptera exigua (1,5 – 2 g/l)

Kedelai
Penggerek Polong : Etiella zinckenella (1,5 – 3 g/l)

Cabai
Ulat Grayak : Spodoptera litura (2 g/l)
Hama : Helicoverpa armigera (1 – 2 g/l)

Kakao
Penghisap Buah : Helopeltis antonii (1 – 2 g/l)

Kacang Panjang
Penggerek Polong : Maruca testulalis (2 – 4 g/l)
Kutu Daun: Aphis craccivora (1,5 – 2 g/l)

Tomat
Perusak Buah : Heliothis armigera (3 – 4 g/l)

Kacang Hijau
Penggulung Daun : Lamprosema indicata (4 g/l)
Penghisap Daun : Empoasca sp. (4 g/l)
Penghisap Polong : Riptortus linearis (2,5 g/l)
Kepik : Nezara viridula (2,5 g/l)
Lalat Bibit : Ophiomya phaseoli (2,5 g/l)
Hama Thrips : Thrips sp. (1,5 – 2 g/l)

Kubis
Perusak Daun : Plutella xylostella (1 – 2 g/l)
Ulat Krop : Crocidolomia binotalis (1 – 2 g/l)

Kelapa Sawit
Ulat Kantong : Metisa plana (1 – 2 g/l)
Ulat Api : Setothosea asigna (1 – 2 g/l)

Kacang Tanah
Penghisap Daun : Empoasca sp. (2 – 2,5 g/l)

Sabtu, 14 Desember 2013

BENLOX 50 WP (Benomil 50 %)


BENLOX 50 WP adalah fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berwarna putih, berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman kacang tanah, apel, bawang merah, cabai, semangka, karet, padi, kubis dan pembibitan kelapa sawit.

Keunggulan

  • Bersifat Sistemik sehingga mampu melindungi seluruh bagian tanaman
  • Efektif mengendalikan penyakit layu Fusarium sp. pada cabai, penyakit bidang sadap (mati plat) pada karet, mencegah penyakit busuk bakteri Xanthomonas campestris pada kubis dan penyakit rebah kecambah (Phytium sp) di persemaian
  • Tidak menimbulkan fitotoksisitas pada tanaman selama digunakan sesuai dengan dosis/konsentrasi anjuran
  • Aplikasi mudah dengan cara disemprotkan atau dikocor
  • Spektrum pengendalian yang luas, sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit pada berbagai jenis tanaman

Penggunaan Terdaftar


Kacang tanah
Penyakit bercak daun :
Cercospora arachidicola (0,5 – 1 g/l)
Cercospora personata (0,25 – 0,5 g/l)

Apel
Penyakit embun tepung : Podosphaera leucotricha (1,5 – 2,25 g/l)

Bawang merah
Penyakit antraknosa : Colletotrichum circinans (1,5 – 2,25 g/l)

Cabai
Penyakit bercak daun : Cercospora capsici (1,5 – 2,25 g/l)

Semangka
Penyakit antraknosa : Colletotrichum lagenarium (2 – 3 g/l)

Karet
Penyakit bidang sadap : Ceratocystis fimbriata (1 – 1,5 g/l)

Padi
Penyakit blast : Pyricularia oryzae (2 g/l)
Hawar daun : Xanthomonas oryzae (2 g/l)

Kubis
Busuk hitam: Xanthomonas campestris (2 g/l)
penyakit rebah semai : Pythium spp. (2 g/l)

Cabai
Fusarium: Fusarium oxysporum (2 g/l)
penyakit rebah semai : Pythium spp. (2 g/l)

Pembibitan Kelapa Sawit
Bercak daun: Curcularia maculans (4 g/l)

Tomat
penyakit rebah semai : Pythium spp. (2 g/l)

Tembakau
Penyakit embun tepung : Oidium tabaci (2 g/l)